Monthly Archives: May 2011

mb4048

Ini mungkin akan menjadi tulisan terakhir saya untuk tugas kelas mb4048 alias kelas Creativity and Innovation. Tapi bukan berarti saya harus berhenti sampai disini untuk berpikir kreatif, Karena kalo saya berhenti sampai disini saja berarti saya sia-sia mengikuti kelas selama satu semester yang diajar oleh pak apiQ yang selalu berpikir kreatif dan mas Bayuningrat yang walaupun keturunan ningrat tapi dia juga dapat selalu berpikir kreatif (sorisorii ngga lucu).

Tulisan saya kali ini akan berisikan kilas balik poin-poin penting apa saja yang saya dapat di kelas ini.

1.Keberanian.

Pada awalnya sebelum saya mengikuti kelas ini saya termasuk orang yang cenderung pendiam dan takut diajak berbicara karena saya takut kalau apa yang saya bicarakan salah. Apalagi kelas ini mewajibkan seluruh siswanya diwajibkan untuk menulis blog yang dapat dibaca oleh seluruh orang di dunia ini, kebayang bukan terornya kelas ini bagi orang pendiam seperti saya ini. Namun hal itu ternyata tidak berlangsung lama saudara-saudara, setelah saya mengikuti kelas ini saya jadi terbiasa untuk menulis walaupun pada awalnya terpaksa tapi lama-kelamaan hal ini menjadi suatu kebiasaan untuk saya. Bahkan saya sekarang menjadi orang yang cerewet, karena saya yakin setiap orang pasti memiliki pikirannya masing-masing dan setiap orang bebas untuk mengutarakan pendapatnya walaupun dibatasi oleh hak asasi orang yang berada di sekitar kita. Luar biasa bukan efek yang saya dapatkan dari pelajaran di kelas ini.

2. Creative Thinking

Dalam kuliah ini selalu ditekankan untuk berani berpikir secara kreatif atau tidak biasa dari biasanya. Memang tidak mudah untuk berfikir secara kreatif dan berani untuk berimajinasi apalagi berusaha untuk mewujudkannya, karena kalau mudah semua orang di dunia ini sudah menjadi inventor.
Di kelas ini kita sering dilatih untuk berfikir kreatif lewat tugas-tugas yang sering diberikan di kelas seperti mengimajinasikan alas kaki, yang ternyata alas kaki tidak hanya sendal tetapi bisa juga keset ataupun lantai. Dan ada juga tugas yang diberikan seperti tugas bagaimana kita mengekspresikan nama kita. Selain itu juga contoh perusahaan yang berimajinasi tinggi dan berusaha untuk mewujudkannya seperti video Docomo yang diputar, seperti post saya sebelumnya.

3. Business Model

Selama pelajaran setelah UTS kita ditekankan bagaimana kita membuat sebuah business model yang menarik dan inovatif. Bagaimana kita menghasilkan usaha yang lebih baik lagi dari sebelumnya. banyak contoh bisnis sukses yang berhasil akibat dari business model yang mereka bikin sangat menarik. Seperti Twitter yang bisa menggabungkan jejaring social dan blog didalam satu produk dan sekarang dapat kita lihat betapa berhasilnya mereka. Selain itu juga perusahaan yang sangat inovatif dan pasti sebagian besar dari kita mengenalinya yaitu Apple, dengan business model inilah mereka menghasilkan sebuah produk bernama iPod yang dapat menggeser Sony dengan produk walkmen nya, luar biasa bukan dampak dari business model ini terhadap kelangsungan usaha.

4. Kisah inspiratif dari orang-orang luar biasa.

Dalam kuliah ini saya juga mendapatkan cerita-cerita menarik yang sangat kreatif sehingga membantu saya untuk terbiasa berfikir secara kreatif.
Yang pertama tentu saja Pak Agus Nggermanto, atau biasa dipanggil pak apiQ. Pak apiQ ini memiliki cerita-cerita yang sangat menarik apalagi kisahnya dalam berpikir kreatif untuk memecahkan soal-soal matematika. Saya sebenarnya sangat tertarik dengan kemampuan pak apiQ dalam kehebatannya dalam hal ini karena saya juga termasuk orang yang sangat menyukai pelajaran matematika seperti pak apiQ ini.
Lalu yang kedua adalah mas Bayuningrat, mas bayu sebagai tutor sangat banyak memberikan masukan-masukan agar kita selalu berfikir kreatif dengan cara penyampaiannya yang kreatif pula.
Lalu yang ketiga ada kak Adi Panuntun yang memberikan pelajaran tentang design thinking yang sangat luar biasa. Memberikan pelajaran kepada kita agar selalu berfikir kreatif.
Dan yang terakhir tapi tidak kalah hebatnya adalah pak Budi Raharjo yang bercerita banyak tentang industri yang bergerak dalam bidang teknologi. Saya akui pelajaran dan cara penyampaian beliau sangat menarik dan menurut saya dari sekian banyak guest lecture yang saya temui selama setahun terakhir beliau merupakan salah satu dosen yang bisa menyampaikan bahannya dengan sangat menarik.
Sekian pelajaran-pelajaran yang dapat saya ambil dari kelas ini, sebenarnya masih banyak hal lain yang saya dapat tapi tidak dapat saya ceritakan semuanya karena ada yang lupa juga,hehe, tapi kurang lebih poin-poin diatas lah yang dapat saya petik pelajarannya.

Terima kasih untuk bapak-bapak semua yang telah mengajari saya untuk selalu berfikir kreatif. Terutama pak apiQ dan mas bayu yang selalu setia mengajari kita setiap minggunya.

Salam kreatif.

Advertisements

Maicih juga bisa Go Internasional loohhh

Hallooooooooooooooooooo, pati semua pada tau kan kripik maicih yang sekarang lagi nge-trend itu????????!!!!!!!!!!!!!! Nah, gimana menurut kalian kalo keripik maicih go international? Eits, itu bukan merupakan suatu hal yang mustahil loh. Asal punya business modelnya, semua bisa terjadi! 😀

Mengapa Maicih? Tentu saja karena maicih adalah pelopor keripik pedas level kampung untuk naik level ke menengah keatas. Maicih dapat membaca keingin pasar (terutama anak muda) yang ternyata sangat gemar nyemil keripik pedas. Dengan memberikan sedikit added value terhadap kemasannya, maicih dengan sangat cepat dan mudah diterima dilevel menengah keatas.

Untuk sekilas info, produk maicih yang dimiliki sekarang adalah:
•    Keripik pedas
•    Baso goring
•    Seblak
•    Gurilem
•    Macaroni pedas

Value Proposition

Value dari produk maicih ini tentu saja keripik pedasnya itu. Maicih menawarkan keripik pedas dengan berbagai level kepedasan yang bisa dipilih sendiri oleh konsumennya. Selain itu rasa dari keripik ini juga sangat membuat ketagihan penikamtnya.

Market Segment

Market segment dari produk maicih sangat beragam. Mulai dari anak-anak hingga kakek nenek. Pokoknya semua penyuka pedas pasti suka sama produk keripik pedas maicih ini, tidak pandang bulu dan usia ataupun pekerjaan.

Bagan diatas kurang lebih menjelaskan proses pembuatan keripik maicih mulai dari inbound (logistic-> supplier) hingga service yg diberikan oleh maicih itu sendiri. Intinya proses produksinya bermula dari singkong yang datang dari perkebunan. Lalu singkong ini dimasak dan diberi bumbu di pabrik di bilangan cimahi, lalu setelah menjadi keripik pedas, keripik pedas itu di package dengan cantik dengan berat seperempat kg setiap bungkusnya lalu siap edar oleh para distributor atau biasa disebut jendral. Yang menarik dari sales marketing keripik maicih ini adalah di cara penjualannya. Maicih dijual melalui “jendral” sehingga bagi siapa yang ingin membeli keripik ini harus mengejar dimana sang jendral sedang berjualan.

Competitive Strategy To Enter International Market

Hal pertama yang harus dilakukan maicih jika ingin go internasional adalah menentukan targetnya kemudian menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar di daerah yang dia tuju. Contohnya, jika maicih ingin masuk ke italia si penyuka pasta, mungkin maicih bisa menonjolkan macaroni pedasnya namun sedikit memodifikasinya dengan menambahkan bumbu rempah khas lidah orang itali (rasa pedas dikurangi, lebih ditonjolkan asin dan mungkin ditambah sedikit keju).
Hal berikutnya yang dapat dilakukan oleh maicih untuk masuk pasar internasional adalah rebranding produknya agar dapat diterima oleh seluruh segmen yang menjadi target marketnya. Menurut saya, maicih perlu membedakan produknya menjadi beberapa segmen agar lebih focus untuk dapat diterima oleh target marketnya. Ada baiknya maicih membuat produk premium dengan packaging yang lebih unik dan cantik untuk diexpor keluar negri. Keripik pedas maicih juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh makanan khas Indonesia bila ada turis yang berkunjung sehingga dengan packaging yang menarik dan berbau khas Indonesia, turis asing menjadi lebih tertarik untuk membelinya. Untuk tetap bisa dominan di pasar domestic, maicih dapat terus memaintain perkembangan kualkitas rasa dari kripik itu sendiri (soalnya orang Indonesia percaya bahwa rasa itu segalanya, biar packaging biasa aja kalo rasanya enak pasti banyak yang nyari). Nah jadi maicih harus pintar-pintar beradaptasi sesuai behavior dari customernya itu sendiri.
Nah yang terakhir, maicih harus dapat memastikan produknya mudah ditemukan. Jadi kalo ada customer yang mau beli ngga pusing2 mau nyari kemananya. Dengan itu, pasti produk maicih bakalan tambah maju dan siap go international!

CONCLUSION

Berdasarkan business model dan strategy yang sudah dijelaskan untuk produk maicih diatas, dapat disimpulkan bahwa ide kreatif sangat diperlukan untuk memperluas cara piker kita dalam merambah pasar yang baru yang lebih luas. Namun sebelumnya kita harus melakukan persiapan yang matang untuk mengetahui seperti apa “medan pertempuran” yang akan kita masuki. Jangan lupa untuk terus belajar dan beradaptasi dengan lingkungan agar dapat mencari celah untuk dapat masuk dan bertahan di pasar internasional.


Bertugas di Internet

Hay hay hay jumpa lagi dengan Andiko Prima di postingan saya yang berikutnya. Seperti yang pernah saya jelaskan di postingan sebelumnya, blog ini saya buat ditujukan untuk melengkapi tugas mata kuliah Creativity and Innovation. Nah, sesuai bgt kan sama judul post saya yang sekarang ini. Bertugas di Internet itu menurut saya sangatlah mudah dan membantu. Contohnya saja untuk mata kuliah CI. Pak ApiQ dan kak Bayu mendaulat peserta kuliah untuk mensubmit segala bentuk tugas di blog kita ini, hal tersebut memudahkan proses pengumpulan data dan menghemat kertas (sesuai dengan isu global warming juga kan). Selain itu, bertugas melalui internet itu menurut saya sangat praktis. Kini kita tidak perlu lagi khusus ke kampus untuk mengumpulkan sebuah tugas saja. Semua bisa dikirim melalui internet. Hemat waktu dan tenaga. Semakin banyak pula kegiatan yang bisa kita lakukan.

Selain itu bertugas di Internet juga sangat membantu bagi saya. Sekarang dengan makin canggihnya search engine seperti Google, dapat memudahkan saya mendapatkan informasi yang saya perlukan. Tinggal ketik key wordnya, muncul deh informasi yang terkait. Saya jadi ngga males lagi membaca soalnya semuanya serba cepat dan praktis. Ngga ribet lagi. Tugas – tugas yang saya kerjakan juga semakin berbobot karena kualitas tulisannya sesuai dengan apa yang diminta. Bertugas di internet memudahkan pertukaran informasi.

Namun ada beberapa kelemahan dari bertugas menggunakan internet. Saat ini sedang santer berita mengenai plagiarism. Dengan kemudahan yang diberikan melalui internet, terkadang sering disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjiplak karya yang sudah ada. Kalo menurut saya, merujuk/menjadikan sebuah tulisan sebagai reverensi tugas yang kita buat itu tidaklah salah. ASALKAN kita men-state rujukan tulisan sebelumnya dan setidaknya tidak copy-paste bener2. Tambahkan sedikit pendapat dan ide kita dalam tulisan, mengembangkan tulisan yan sudah ada tidak terlalu sulit bukan? Apalagi setelah mendapat kuliah CI, mengasah ide kreatif kita untuk munjul sangat menyenangkan loh! 😀 Selamat bertugas di internet yaa, teman2 ☺


Business Model

Haii pembaca yang kreatif, untuk post kali ini saya akan membahas sesuai judul post saya yaiutu business model.

Secara sederhana dari apa yang dapat saya tarik kesimpulan dari apa yang sudah diajarkan oleh pak apiQ business model ialah skema yang menggambarkan tentang apa yang akan kita tawarkan kepada konsumen kita atau value yang kita tawarkan terhadap targ market kita. Lalu untuk membentuk value tersebut pasti dibutuhkan suatu biaya atau cost dan pada ujungnya revenue dari value yang kita tawarkanharus lebih besar daripada cost yang kita keluarkan untuk mendapatkan profit.

Agar lebih mudah mari kita perhatikan gambar dibawah ini

Dari gambar diatas pada bagian kiri merepresentasikan supply, dimana dalam supply ini harus mengeluarkan cost. Dan pada bagian kanan merupakan bagian demand yang disimbolkan sebagai permintaan dari para customer , dimana bagian ini menghasilkan revenue. Selisih dari revenue dengan cost itulah yang kita sebut sebagai profit/margin dari perusahaan.

Sekarang saya akan mengambil contoh Business Model Framework untuk perusahaan provider telephone.

Dari bagan diatas juga sama seperti bagan sebelumnya dimana warna kuning membentuk cost dan bagan biru mengasilkan revenue. Sebuah perusahaan yang baik harus memiliki revenue yang lebih besar daripada cost perusahaan itu. Dengan membuat Business Model Framework akan memudahkan perusahaan untuk mengembangkan usahanya.


The Power of Dream

Halloo pada pembahasan kali ini saya akan sharing tentang betapa dahsyatnya kekuatan dari sebuah mimpi. Menarik kaann? Semoga aja yaa menarik,hehe

Kalau berdasarkan mbah wikipedia niih Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Banyak orang yang memandang mimpi itu mustahil untuk dilakukan karena tidak rasional atau hanya angan belaka, sehingga banyak kasus yang orang yang kurang berkembang karena terlalu dibatasi dan mimpi yang dimiliki dan akan diwujudkan itu terhalang dari sikap pesimistis orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mari kita ambil contoh penemu-penemu di muka bumi ini seperti Alexander Graham Bell yang menemukan telfon, awalnya siapa sangka orang yang secara geografis terletak berjauhan tapi tetap bisa saling berkomunikasi ataupun Wright bersaudara yang menemukan pesawat terbang. Bagaimana mereka bermimpi untuk terbang tetapi mendapat cemoohan dari orang-orang bahkan ada yang menganggap dua bersaudara ini gila, namun dengan kegigihan mereka untuk mewujudkan mimpi mereka akhirnya mereka berhasil untuk menemukan pesawat terbang yang dapat mereka kendalikan di udara. Memang tidak mudah untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu pasti selalu banyak rintangan dan halangan karena untuk mewujudkannya biasanya tidak sedikit orang yang bergolongan pesimis yang dapat membuat kita putus asa. Namun dengan kegigihan yang dilakukan saya yakin kita dapat melakukan apa saja di dunia. Karena saya yakin dengan perkataan “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selain memakan kepala sendiri”.
Di kelas Creative Innovation saya juga pernah ditunjukkan video dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang yaitu Docomo. Dibawah ini merupakan video yang diputar di kelas CI :

Dari video tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa perusahaan ini sudah “Gila” mereka berani bermimpi setinggi itu. Namun mereka yakin dapat mewujudkan produk itu pada tahun 2020. Dengan sikap optimis dan kegigihan dari perusahaan ini saya yakin mereka mampu untuk menemukan cara untuk mewujudkan impian mereka. Karena dengan sikap optimis dan kegigihan berdasarkan The Secret  akan menimbulkan energi positif yang akan membantu mereka meningkatkan probabilitas dari terwujudnya impian mereka ini.

Jadii, marilah kita mimpi setinggi-tingginya dan wujudkan mimpi kita dengan kegigihan.


Design Thinking

Haloo ini tulisan pertama saya setelah uts. Di tugas pertama ini saya diminta menulis oleh bapak apiQ tentang ilmu yang kita dapatkan dari dosen tamu yang ngajar pada tanggal 21 maret 2011 di kelas CI. Dosen tamu kita saat itu adalah …

dosen tamu kita hari itu adalah Adi Panuntun, orangnya mirip sama gambar yang diatas, mas Adi ini adalah produser dari film CIN(T)A, dan beliau ini saat ini juga menjabat sebagai CEO dari 9 matahri production, canggih deh pokoknya.

Di kelas Creativity Innovation saat itu kak adi menjelaskan tentang Design Thinking. Dari yang saya tangkep dan bisa saya tarik kesimpulan dari design thinking ini adalah kreativitas untuk menciptakan sesuatu dimana setiap individu memiliki sisi keunikan dan sisi kreativitas masing-masing baik dari segi apa yang ada di pikirannya, ide-ide yang ada, opini dan lain-lain. Design thinking ini agar menghasilkan suatu karya yang lebih baik dan indah dapat diasah dengan cara jangan pernah takut salah untuk melontarkan ide-ide yang ada di pikiran kita, kita harus bisa melepaskan pikiran kita agar tidak merasa dibatasi.

Contoh pertama dari design thinking ini yang disampein kak Adi adalah Aqua dan Teh botol. Pasti tau semua kan yaaa sama dua merk legendaris ini.
Kalo ada yang masih gatau juga ini fotonya

naahh itu fotonya pasti langsung inget kan. Sekarang mari kita membahas sejarah kedua perusahaan ini berdiri.

Yang pertama adalah Teh Botol, pada awalnya perusahaan ini dimulai saat ada seorang luar biasa, yang pada awalnya dianggap gila oleh teman-temanya yang bernama alm.Sosrodjojo. Pada tahun 1940 beliau mendobrak opini masyarakat dengan membuat teh yang berada dalam kemasan. Pada awalnya orang-orang banyak sekali yang mencemooh ide ini. tapi bisa dilihat saat ini bagaimana dengan konsep yang sangat sederhana namun menawarkan kemudahan bagi para konsumen beliau bersama teh sosro-nya dapat mendobrak opini masyarakat sehingga bisa menjadi top of mind minuman yang ada di pikiran masyarakat Indonesia.
Lalu yang kedua adalah Aqua dengan tokoh sukses bernama alm. Tirto Utomo yang berada di balik erdirinya perusahaan ini.tidak jauh berbeda dengan cerita teh Sosro, pada awalnya produk ini juga menerima banyak cemoohan karena saat itu masih sangat asing air minum dalam kemasan. Namun dengan berbagai upaya dan kerja keras akhirnya Aqua bisa menuai sukses dan diterima di masyarakat/ bahkan saat ini aqua dinobatkan sebagai air minum dalam kemasan terbesar di Asia Pasifik, luar biasa bukan, apalagi bila kita lihat perjalanan perusahaan ini dari awal yang dicemooh hingga bisa menuai sukses seperti sekarang ini.

Selanjutnya mari kita praktekkan dari design thinking itu sendiri, kita diminta kak Adi untuk berpikir secara bebas untuk menghubungkan Buah apel dengan Board maker

Buah apel memiliki wangi yang sangat khas dan banyak disukai masyarakat untuk dijadikan pengharum ruangan. Dan board marker selain kegunaannya untuk menulis di papan tulis juga memiliki wangi yang cukup menyengat tetapi ternyata berdasarkan penelitian wangi tersebut tidak baik untuk kesehatan.
Dari persamaan dalam hal wangi itu lah saya akan menggabungkan dua produk ini. dimana produk yang dihasilkna ini akan berbentuk seperti board marker pada umumnya yang tetap bisa dijadikan alat untuk menulis namun dengan berbagai bahan kimia, tinta yang ada di dalam marker itu memiliki wangi seperti aroma apel dan tinta juga tidak mudah kering sehingga walaupun tutup marker dibuka dalam waktu yang cukup lama tinta tidak kering. Cukup menakjubkan bukan, kita dapat memiliki satu produk saja tetapi memiliki dua kegunaan, kita bisa menjadikannya sebagai alat tulis di papan tulis tetapi juga bisa dijadikan pengharum ruangan, baik kamar, kelas maupun mobil..

Lalu selanjutnya saya ingin membandingkan respons dari 2 kelompok berbeda mengenai Tradisional Business Strategy dan Innovation and Design Class dalam suatu issue future retail marketplace.
Seperti yang kita ketahui Tradisional Business Strategy membaca trend melalui report analitis dan melakukan analisa secara rasional, onjektif, dan realita yang dapat dihitung atau dikuantifikasi. Sehingga mereka mengambil keputusan trend untuk future retail marketplace melalui angka-angka yang keluar berdasarkan hasil report analitis tadi. Sedangkan Innovation dan Design Class tidak terlalu mengandalkan riset analitis, karena mereka lebih berbasis kenyataan, pengalaman yang lebih subjektif yang dinilai dari lingkungan social. Sehingga metode ini menggunakan eksperimen untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal seperti langsung turun ke lapangan.untuk mendapatkan hasil yang dapat diambil untuk keputusan akhir, biasanya keputusan diambil berdasarkan eotional dan experiences yang mereka temukan selama mereka turun ke lapangan.