Business Model

Haii pembaca yang kreatif, untuk post kali ini saya akan membahas sesuai judul post saya yaiutu business model.

Secara sederhana dari apa yang dapat saya tarik kesimpulan dari apa yang sudah diajarkan oleh pak apiQ business model ialah skema yang menggambarkan tentang apa yang akan kita tawarkan kepada konsumen kita atau value yang kita tawarkan terhadap targ market kita. Lalu untuk membentuk value tersebut pasti dibutuhkan suatu biaya atau cost dan pada ujungnya revenue dari value yang kita tawarkanharus lebih besar daripada cost yang kita keluarkan untuk mendapatkan profit.

Agar lebih mudah mari kita perhatikan gambar dibawah ini

Dari gambar diatas pada bagian kiri merepresentasikan supply, dimana dalam supply ini harus mengeluarkan cost. Dan pada bagian kanan merupakan bagian demand yang disimbolkan sebagai permintaan dari para customer , dimana bagian ini menghasilkan revenue. Selisih dari revenue dengan cost itulah yang kita sebut sebagai profit/margin dari perusahaan.

Sekarang saya akan mengambil contoh Business Model Framework untuk perusahaan provider telephone.

Dari bagan diatas juga sama seperti bagan sebelumnya dimana warna kuning membentuk cost dan bagan biru mengasilkan revenue. Sebuah perusahaan yang baik harus memiliki revenue yang lebih besar daripada cost perusahaan itu. Dengan membuat Business Model Framework akan memudahkan perusahaan untuk mengembangkan usahanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: