Design Thinking

Haloo ini tulisan pertama saya setelah uts. Di tugas pertama ini saya diminta menulis oleh bapak apiQ tentang ilmu yang kita dapatkan dari dosen tamu yang ngajar pada tanggal 21 maret 2011 di kelas CI. Dosen tamu kita saat itu adalah …

dosen tamu kita hari itu adalah Adi Panuntun, orangnya mirip sama gambar yang diatas, mas Adi ini adalah produser dari film CIN(T)A, dan beliau ini saat ini juga menjabat sebagai CEO dari 9 matahri production, canggih deh pokoknya.

Di kelas Creativity Innovation saat itu kak adi menjelaskan tentang Design Thinking. Dari yang saya tangkep dan bisa saya tarik kesimpulan dari design thinking ini adalah kreativitas untuk menciptakan sesuatu dimana setiap individu memiliki sisi keunikan dan sisi kreativitas masing-masing baik dari segi apa yang ada di pikirannya, ide-ide yang ada, opini dan lain-lain. Design thinking ini agar menghasilkan suatu karya yang lebih baik dan indah dapat diasah dengan cara jangan pernah takut salah untuk melontarkan ide-ide yang ada di pikiran kita, kita harus bisa melepaskan pikiran kita agar tidak merasa dibatasi.

Contoh pertama dari design thinking ini yang disampein kak Adi adalah Aqua dan Teh botol. Pasti tau semua kan yaaa sama dua merk legendaris ini.
Kalo ada yang masih gatau juga ini fotonya

naahh itu fotonya pasti langsung inget kan. Sekarang mari kita membahas sejarah kedua perusahaan ini berdiri.

Yang pertama adalah Teh Botol, pada awalnya perusahaan ini dimulai saat ada seorang luar biasa, yang pada awalnya dianggap gila oleh teman-temanya yang bernama alm.Sosrodjojo. Pada tahun 1940 beliau mendobrak opini masyarakat dengan membuat teh yang berada dalam kemasan. Pada awalnya orang-orang banyak sekali yang mencemooh ide ini. tapi bisa dilihat saat ini bagaimana dengan konsep yang sangat sederhana namun menawarkan kemudahan bagi para konsumen beliau bersama teh sosro-nya dapat mendobrak opini masyarakat sehingga bisa menjadi top of mind minuman yang ada di pikiran masyarakat Indonesia.
Lalu yang kedua adalah Aqua dengan tokoh sukses bernama alm. Tirto Utomo yang berada di balik erdirinya perusahaan ini.tidak jauh berbeda dengan cerita teh Sosro, pada awalnya produk ini juga menerima banyak cemoohan karena saat itu masih sangat asing air minum dalam kemasan. Namun dengan berbagai upaya dan kerja keras akhirnya Aqua bisa menuai sukses dan diterima di masyarakat/ bahkan saat ini aqua dinobatkan sebagai air minum dalam kemasan terbesar di Asia Pasifik, luar biasa bukan, apalagi bila kita lihat perjalanan perusahaan ini dari awal yang dicemooh hingga bisa menuai sukses seperti sekarang ini.

Selanjutnya mari kita praktekkan dari design thinking itu sendiri, kita diminta kak Adi untuk berpikir secara bebas untuk menghubungkan Buah apel dengan Board maker

Buah apel memiliki wangi yang sangat khas dan banyak disukai masyarakat untuk dijadikan pengharum ruangan. Dan board marker selain kegunaannya untuk menulis di papan tulis juga memiliki wangi yang cukup menyengat tetapi ternyata berdasarkan penelitian wangi tersebut tidak baik untuk kesehatan.
Dari persamaan dalam hal wangi itu lah saya akan menggabungkan dua produk ini. dimana produk yang dihasilkna ini akan berbentuk seperti board marker pada umumnya yang tetap bisa dijadikan alat untuk menulis namun dengan berbagai bahan kimia, tinta yang ada di dalam marker itu memiliki wangi seperti aroma apel dan tinta juga tidak mudah kering sehingga walaupun tutup marker dibuka dalam waktu yang cukup lama tinta tidak kering. Cukup menakjubkan bukan, kita dapat memiliki satu produk saja tetapi memiliki dua kegunaan, kita bisa menjadikannya sebagai alat tulis di papan tulis tetapi juga bisa dijadikan pengharum ruangan, baik kamar, kelas maupun mobil..

Lalu selanjutnya saya ingin membandingkan respons dari 2 kelompok berbeda mengenai Tradisional Business Strategy dan Innovation and Design Class dalam suatu issue future retail marketplace.
Seperti yang kita ketahui Tradisional Business Strategy membaca trend melalui report analitis dan melakukan analisa secara rasional, onjektif, dan realita yang dapat dihitung atau dikuantifikasi. Sehingga mereka mengambil keputusan trend untuk future retail marketplace melalui angka-angka yang keluar berdasarkan hasil report analitis tadi. Sedangkan Innovation dan Design Class tidak terlalu mengandalkan riset analitis, karena mereka lebih berbasis kenyataan, pengalaman yang lebih subjektif yang dinilai dari lingkungan social. Sehingga metode ini menggunakan eksperimen untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal seperti langsung turun ke lapangan.untuk mendapatkan hasil yang dapat diambil untuk keputusan akhir, biasanya keputusan diambil berdasarkan eotional dan experiences yang mereka temukan selama mereka turun ke lapangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: